December 18, 2008

Pil & Krim Antioksidan Tak Hambat Penuaan

By Republika Contributor

SEIMBANG: Pola makan seimbang lebih efektif mengurangi risiko berbagai penyakit “tua”, dibandingkan hanya mengonsumi suplemen dan mengggunakan krim antioksidan.

LONDON– Berdasarkan sebuah studi, pola makan lengkap dengan pil dan penggunaan krim yang mengandung antioksidan tidak akan memperlambat penuaan. Penelitan itu menggunakan jenis cacing nematoda. Para peneliti menemukan bukti meski ditambahkan antioksidan untuk merusak radikal bebas tetap saja tidak akan memperlambat penuaan.

Sebuah tim dari Universsitas College London (UCL) mengatakan, tidak ada yang dapat memastikan antioksidan dapat memperlambat penuaan dalam jurnal perkembangan dan gen.

Antisoksidan sendiri merupakan bahan baku utama yang mejadi andalan industri kosmetik untuk masalah kecantikan dan kesehatam. Hal tersebut didasari atas sebuah teori yang telah berumur 50 tahun.

Di tahun 1956, disugestikan penuaan disebabkan kerusakan sel yang disebabkan reaksi oksidasi pada kulit yang disebut (superoxides) atau radikal bebas yang masuk dalam sirkulasi tubuh. Hal ini yang kemudian dikenal dengan “oxidative stress”.

Fungsi utama antioksidan adalah untuk membebaskan radikal bebas dari tubuh dan meminimalisir kerusakan sel pada kulit yang mengakibatkan penuaan.

Berdasarkan penelitian, struktur sel cacing nematoda yang memiliki kemiripan dengan manusia sehingga digunakan oleh para peneliti untuk mengekspolarasi cara kerja tubuh manusia. Mereka mungkin memiliki kemiripan gen dengan manusia, terlebih dalam jangka waktu hidup dan umur.

Peneliti dari UCL yang dipimpin oleh David Gems, memanipulasi secara genetik cacing nematoda sehingga tubuh mereka menangkal radikas bebas yang berlebih.

Pada teori ini, harusnya memberikan keuntungan pada cacing daripada kondisi normal yang tidak diberikan antioksidanuntuk masalah penuaan dan umur.

Terbukti, cacing-cacing ini telah diberikan antioksidan, hidup lebih lama dari yang lain. Hal tersebut menandakan bahwa “oxidative stress” merupakan penyebab kecil penuaan sel dan jarigan pada tubuh manusia.

Dr. Gems mengatakan, fakta yang tidak membuat kami mengerti adalah tentang mekanisme fundamental tentang penuaan. Teori Radikal Bebas telah mengisi kekosongan pengetahuan lebih dari 50 tahun, tapi tidak cukup sebagai bukti.

“Hal ini cukup jelas, jika “superoxide” diketahui, maka itu hanya bagian kecil dari sebuah cerita, kerusakan yang disebabkan proses oksidasi tidaklah universal, masalah utama terletak pada masalah penuan,” terangnya.

Dia mengatakan, kesehatan keseimbangan diet sangat penting untuk mengurangi resiko dari berbagai penyakit “tua” seperti kanker, diabetes dan osteoprosis. Tapi hal tersebut tidak dapat membuktikan mengkonsumsi antioksidan dapat memperlambat atau mencegah penuaan baik antioksidan yang berasal dari pil maupun krim.

Penelitian tersebut didukung berbagai pihak dan salah satuya, Kepala ilmu molekul dan psikologi, Dr. Alan schafer yang mengatakan, penelitian tersebut dalam poin tertentu memberitahu bagaimana manusia harus belajar tentang proses penuaan. “Yang terpenting adalah mengerti mengenai mekanisme dibalik proses penuan tersebut,” ujarnya.

Juru bicara dari Asosiasi Diet inggris mengatakan, terlalu berat untuk menemukan bukti yang mendukung antioksidan dari beberapa studi yang telah dilakukan.

“Seluruh bukti berasal dari studi epidemi yang melihat sebagian besar pola makan masyarakat yang mengonsumsi antioksidan tapi sekaligus mengkonsumsi makanan yang baik lainnya,” katanya.

Dia lebih lanjut mengatakan, apa yang telah diperlihatkan pada penelitian tersebut seperti peluru ajaib dalam hal diet dan kesehatan yang masih perlu ditindaklanjuti. (cr2/ri&toton)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://totonunsri.blogsome.com/2008/12/18/pil-krim-antioksidan-tak-hambat-penuaan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.