January 26, 2009

Pemanis alami

Arenga pinnata (Wurmb) Merrill
Inggris : Sugar palm, Aren palm, Gomuti palm.
Indonesia : aren, enau

Palem pohon yang tidak bercabang-cabang dan tunggal, mati setelah berbunga, bisa mencapai 20 m.dengan diameter 30-65 cm. Batang ditutupi oleh bekas pangkal tangkai daun dan serat-serat panjang berwarna hitam keabu-abuan. Daun menyirip dengan panjang 6- 10 m, tangkai daun 1-1,5 m dengan pelepah daun pada pangkalnya. Perbungaan berumah satu, tumbuh di antara ketiak daun, merunduk kadang-kadang lebih dari 2 m panjangnya, bunga betina ada di ujung dan bunga jantan tumbuh di bagian bawah batangnya. Buahnya seperti buah batu, bulat sampai bulat telur dengan panjang 5-8 cm, berdaging, terdiri dari 2 - 3 biji, hitam.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim : Arenga saccharifera Labill.

Borassus flabellifer Linn.
Inggris : Toddy palm, Wine palm, Palmyra palm.
Indonesia : Lontar

Palem yang mempunyai batang tunggal, dapat mencapai tinggi 30 m ini berbatang kasap, agak kehitam-hitaman, dengan penebalan sisa pelepah daun di bagian bawah. Tajuknya rimbun dan membulat, daun-daun tuanya terkulai tetapi tetap melekat di ujung batang. Pelepah pendek, agak jingga, bercelah dipangkal, berijuk. Pelepah dan tangkai daun tepinya berduri hitam tidak teratur. Daun seperti kipas, bundar, kaku, bercangap menjari, hijau keabu-abuan. Perbungaan berumah dua, menerobos celah pelepah, menggantung. Bunga betinanya kadang-kadang bercabang sedang bunga jantan bercabang banyak. Bunga berwama putih susu, berkelompok, tertanam pada tongkolnya. Buah agak bulat, bergaris tengah 7 - 20 cm, ungu tua sampai hitam, pucuknya kekuningan. Buah berisi 3 bakal biji. Daging buah muda warna putih kaca/transparan, daging buah dewasa/tua warna kuning kemudian berubah menjadi serabut.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim : Borassus flabelliformis L.

Corypha utan Lam.
Inggris : Gebang palm, buri palm, agel palm.
Indonesia : Gebang

Tumbuhan gebang termasuk jenis palem yang tingginya 15 - 20 m. Pada pucuk batang terdapat daun-daun berbentuk kipas, bertangkai panjang. Tangkai daun ini pada pangkalnya dekat batang utama tersusun rapi seperti genting. Batang utama diameter 35 - 75 cm mengandung pati seperti sagu. Pada pucuk batang terdapat getah coklat kemerahan. Bentuk perbungaan malai terdapat di ujung batang mempunyai seludang bunga yang kokoh, warna bunga putih, wangi; setelah berbunga gebang akan mati. Buah bulat telur berdiameter 2 - 3.5 cm.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim : Corypha gembanga (Blume) Blume, Corypha elata Roxburgh, Corypha gebanga Blume

Manihot esculenta Crantz.
Inggris : Cassava, tapioka, Brazillian arrow root.
Indonesia : Singkong

Perdu yang tidak bercabang atau kadang bercabang dua, tinggi bisa mencapai 4 m, bergetah putih dan mengandung sianida pada konsentrasi yang berbeda-beda. Umbi akar besar, memanjang dengan kulit berwarna coklat suram. Batang berkayu dengan tanda berkas daun yang tampak dengan jelas. Daun tungal tersusun secara spiral, panjang tangkai daun 5-30 cm, helaian daun rata sampai terbagi 3 - 10 sampai pangkal daunnya. Perbungaan dalam tandan di ujung batang dengan panjang 3-10 cm. Buah bulat telur bersayap 6 dengan diameter 1-1,5 cm, terdapat n 3 biji di dalamnya.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim :

Nypa fruticans Wurmb.
Inggris : Nipa palm, mangrove palm.
Indonesia : Nipah

Palem besar dengan batang menjalar, akar rimpangnya sebagian terbenam di dalam lumpur, dengan diameter hingga 45 cm, percabangannya dua-dua dengan interval yang tetap. Daunnya menggerombol 3 - 5 daun per tumbuhan, tegak, 4.5 - 14.2 cm panjangnya, menyirip sederhana, tangkai daunnya sangat keras, panjangnya hingga 1.5 m, beralur pada bagian adaksial, bagian bawah tulang daunnya bersisik coklat. Perbungaannya tunggal, tegak, tumbuh di antara daunnya, dan tampak muncul di atas permukaan air, perbuahannya seperti agak membulat, seperti buah batu, berwarna coklat hingga kehitaman, agak melengkung atau menyudut.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim : Nipa fruticans Thunb., Cocos nypa Lour., Nipa litoralis Blanco

Rubus niveus Thunb.
Inggris : Blackberry, raspberry
Indonesia :

Perdu dengan daun majemuk menyirip, berdaun 3-9, bagian atas daun berwarna coklat kemerahan, bawah daun coklat muda keperakan, berbulu agak tajam, pinggir daun bergerigi, batang berduri tempel.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim :

Saccharum officinarum Linn.
Inggris : Sugar cane
Indonesia : Tebu

Rumput bertahunan, besar, tinggi. Sistem perakaran besar, menjalar. Batang kokoh, dan terbagi ke dalam ruas-ruas; ruas beragam panjangnya, menggembung, menggelendong, merunjung, merunjung sungsang atau menyilindris. Daun muncul pada buku, pelepah menabung, melingkari batang; pada setiap kultivar ligulanya berbeda ada yang memita, mendelta, membulan sabit atau membusur; helaian memita, menggulung pada kondisi kelembaban kritis. Perbungaan malai di ujung, dua buliran keluar pada setiap buku dari cabang terakhir, satu duduk dan satu bergagang; buliran terdiri dari dua sekam berbentuk perahu, dikelilingi oleh rambut halus dan dua buah bunga; bunga terbawah steril dengan sekam tunggal. Buah biji kecil.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim :

Stevia rebaudiana Bertoni
Inggris : Sweet herb of Paraguay, honey-herba
Indonesia : Stevia

Herba, tegak, di alam tinggi bisa mencapai 1 m dan setelah di budidayakan bisa mencapai 1,2 m. Batang agak berkayu ditutupi dengan bulu-bulu halus. Daun tunggal, bertangkai daun pendek, letak berhadapan, dengan permukaan gundul, tepi daun bergerigi halus pada bagian tengah ke atas. Perbungaan di ujung dengan 2-6 bunga.Buahnya seperti buah longkah menyudut ditutupi oleh bulu-bulu.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim : Eupatorium rebaudianum Bertoni , Stevia rebaudiana (Bertoni) Hemsley .

Vitis flexuosa Thunb.
Inggris :
Indonesia :

Perdu yang memanjat, panjang 2-10 m, daun berseling, berbentuk jantung, tepi daun bergerigi.

Kategori : Pemanis alami 
Sinonim :

January 7, 2009

Cabe Jawa

(Piper retrofractum Vahl.)

Sinonim := P.longum, Bl. = p.officinarum, (Miq.), DC. = Chavica offi- cinarum, Miq. = C. maritime, Miq.

Familia :
Piperaceae

Uraian :
Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya dak lembap dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl. Tumbuhan menahun, batang percabangan liar, tumbuh memanjat; rnelilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5 - 30 cm, lebar 3 - 13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina. Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 - 7 cm, garis tengah 4 - 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Nama Lokal :
Cabean, cabe alas, cabe areuy, cabe jawa, c. sula (Jawa),; Cabhi jhamo, cabe ongghu, cabe solah (Madura).; Lada panjang, cabai jawa, cabai panjang (Sumatera).; Cabia (Makasar). Long pepper (Inggris);


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kejang perut, muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, ; Sukar buang air besar, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam,; Hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia,; Tekanan darah rendah, pencernaan terganggu, rematik goat, ; tidak hamil:rahim dingin, membersihkan rahim, badan lemah, ; Stroke, nyeri pinggang, kejang perut.;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Buah yang sudah tua tetapi belum masak, akar, dan daun, dikeringkan. lNDIKASI : Buah <b style="color:black;background-color:#ffff66">cabe</b> jawa dapat digunakan untuk mengatasi: - kejang perut, muntah-muntah, perut kembung, mulas, - disentri, diare, - sukar buang air besar pada penderita penyakit hati, - sakit kepala, sakit gigi, - batuk, demam, - hidung berlendir, - lemah syahwat, - sukar melahirkan, - neurastenia, dan - tekanan darah rendah. Bagian akar dapat digunakan untuk: - kembung, pencernaan terganggu, - tidak dapat hamil karena rahim dingin, - membersihkan rahim setelah melahirkan, - badan terasa lemah, - stroke, - rematik, gout, dan nyeri pinggang. Daun dapat digunakan untuk mengatasi: - kejang perut dan - sakit gigi. CARA PEMAKAIAN : Buah sebanyak 2,5 - 5 g dijadikan pil atau direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, buah dijemur kering lalu digiling menjadi bubuk. Bubuk ini dihirupkan melalui hidung atau dimasukkan ke gigi yang berlubang (karies dentis). Juga digunakan untuk rematik dan parem setelah melahirkan. Akar sebanyak 2,5 g direbus, atau dijadikan pil, bubuk. Pemakaian luar untuk obat luka dan sakit gigi. Daun untuk obat kumur pada radang mulut. CONTOH PEMAKAIAN : 1. Neurastenia : <b style="color:black;background-color:#ffff66">Cabe</b> jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang 3/4 jari, daun sambiloto segar 1 genggam, gula enau 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas. 2. Masuk angin : <b style="color:black;background-color:#ffff66">Cabe</b> jawa 3 butir, daun poko (Mentha arvensis L.) dan daun kesumba keling (Bixa orellana L.), masing-masing 3/4 genggam, gula enau 3 jari. Bahan-bahan tersebut dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin saring, lalu minum 3 kali sehari @ 3/4 gelas. 3. Membersihkan rahim setelah melahirkan, obat kuat: Akar kering <b style="color:black;background-color:#ffff66">cabe</b> jawa sebanyak 3 g digiling halus. Seduh dengan air panas, hangat-hangat diminum sekaligus. 4. Pencernaan terganggu, batuk, ayan, demam sehabis melahirkan, menguatkan larnbung, paru dan jantung : Buah <b style="color:black;background-color:#ffff66">cabe</b> jawa kering sebanyak 5 g ditumbuk halus. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk merata, lalu diminum sekaligus. 5. Sakit gigi : a. Daun <b style="color:black;background-color:#ffff66">cabe</b> jawa yang segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk. Seduh dengan 1/2 gelas air panas. Selagi hangat disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. b. Akar lekat dikunyah beberapa saat, lalu dibuang. 6. Kejang perut : Daun <b style="color:black;background-color:#ffff66">cabe</b> jawa segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk. Seduh dengan 1 gelas air panas. Selagi hangat disaring Ialu diminum sekaligus 7. Urus-urus untuk penderita penyakit hati : <b style="color:black;background-color:#ffff66">Cabe</b> Jawa 3 butir dan rimpang lempuyang seukuran ibu jari ditumbuk. Tambahkan 1 sendok makan air matang sambil diaduk rata, lalu peras dan saring. Airnya diminum sekaligus. 8. Demam : Buah yang kering sebanyak 3 g digiling halus, lalu diseduh dengan 1/2 gelas air panas. Kemudian minumlah bersama ampasnya selagi hangat. CATATAN : Penderita panas dalam dan perempuan hamil dilarang minum ramuan tumbuhan ini.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah rasanya pedas dan panas, masuk meridian limpa dan lambung. Akar cabe jawa pedas dan hangat rasanya. KANDUNGAN KIMIA : Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids, tetrahydropiperic acids, 1-undecylenyl-3,4-methylenedioxy benzene, piperidin, rninyak asiri, isobutyideka-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan menekan susunan saraf pusat. Bagian akar mengandung piperine, piplartine, dan piperlonguniinine.

January 3, 2009

nama anak2 binatang

Setiap anak hewan, dalam bahasa Sunda memiliki nama tersendiri seperti di bawah ini :

  • Anak Anjing : Kicik
  • Anak Bagong (babi Hutan) : Begu
  • Anak Munding (kerbau) : Eneng
  • Anak Sapi : Pedet
  • Anak Bandeng : Nanar
  • Anak Banteng : Bangkanang
  • Anak Bangbung : Kuuk
  • Anak Bangkong : Buruy
  • Anak Belut : Kuntit
  • Anak Bogo : Cingok
  • Anak Boncel : Bayong
  • Anak Buhaya (buaya) : Bocokok
  • Anak Entog (bebek) : Titit
  • Anak Embe (Kambing) : Ceme
  • Anak Gajah : Menel
  • Anak Hayam : Ciak/Pitik
  • Anak Japati (merpati) : Piyik
  • Anak Kancra : Badal
  • Anak Keuyeup : Bonceret
  • Anak Kuda : Belo
  • Anak Kukupu : Hileud
  • Anak Kutu : Kuar
  • Anak Lancah (Laba-Laba) : Aom
  • Anak Lauk : Kebul / Burayak
  • Anak Lele : Nanahaon
  • Anak Lubang : Leungli
  • Anak Maung (harimau) : Juag / Aum
  • Anak Monyet : Begog
  • Anak Reungit (nyamuk) : Utek-utek
  • Anak Ucing (kucing) : Bilatung